Saturday, February 14, 2015




Yang namanya kapasitas memori manusia itu memang sangat terbatas ya.. Jangankan soal makan, soal hal yang principle dan fundamental sekalipun enggak jarang, seringnya terlupakan. Apalagi, manusia macem Putri yang superduper lupaannya kelewat batas. Makanya, untuk menjaga semua itu saya sukanya nulis, dan sukannya nyimpenin buku. Karena terkadang sesuatu yang pernah kita alami, kita baca sekalipun, kadang bisa menguap entah kemana. Dan makanya juga, itu alasan Putri pengen nikah muda, butuh banget remainder *semoga ada yang peka* abaikan. haha

Ya, layaknya kejadian Jum’at siang minggu lalu, sebuah buku yang sudah pernah saya baca, kemudian saya tanggalkan di rak ternyata menyimpan jawaban dari pertanyaan yang berbulan hinggap dalam benak saya. Padahal buku itu sudah pernah saya baca tuntas habis.

Jadi ceritanya…

Beberapa bulan terakhir ini, memang tengah ada pertanyaan yang menyelinap dalam benak saya. Seperti halnya pertanyaan lain, apalah yang ingin dicari oleh pertanyaan kalau bukan sebuah jawaban?. Sebuah pertanyaan yang mungkin klise banget. Tapi, dari berbagai obrolan dan diskusi saya belum menemukan jawaban yang tersrek dan tertepat bagi saya.

Pertanyaan itu menyoal fitrah dan kodrati perempuan dalam menjemput jodoh *yeyelala*. Tentang fitrah perempuan yang bisanya cuman memantaskan diri, berdo’a dan menanti. Saya melihat ini menjadi sesuatu gerak pasif bagi seorang perempuan. Dimana seperti anggapan public lainnya, bahwa rasanya enggak pantas , atau orang jawa bilang “saru” kalau sampai seorang perempuan yang mendahului. Mendahului untuk mengungkapkan perasaan sukanya, perasaan kagumnya, perasaan cintanya, atau bahkan mendahului untuk mengajukan diri untuk dinikahi dan lain sebagainya. Sekali lagi ini opini public yang sudah mengakar, seakan-akan sudah menjadi indikator kebenaran mutlak.

Awalnyapun saya juga bersama dengan anggapan public layaknya diatas. Memang bagaimana mungkin, jika seorang perempuan menyatakan perasaannya terlebih dahulu ? Rasa-rasanya kayak enggak punya harga diri dan enggak laku gitu kan ya ? *ekstrem*. Itu anggapan publik dan anggapan saya -dulu .

Tapi, semakin berkembangnya otak -yeah saya menyadari bahwa saya sebagai seorang perempuan merasakan sebuah ketidakadilan. Seakan ruang gerak perempuan sangat dibatasi. Seorang perempuan hanya bisa menanti untuk dipilih oleh seorang lelaki. Padahal jika dilihat kebelakang, kita –para perempuan dengan para lelaki effort pemantasan dirinya saja sama kok. Lantas, ketika berada pada ujung garis finish, kenapa kita sebagai seorang perempuan hanya bisa dipilih tanpa bisa memilih terlebih dahulu ? Dimana letak keadilan semesta meen? *penuh emosi* haha

Hingga, di Jum’at bersama gerimisnya minggu kemarin. Intuisi saya tergerak untuk mengambil sebuah buku lama yang terjejer manis di rak buku saya, “The Perfect of Muslimah” milik Bang Rifa’i Rif’an. Tiba-tiba saja kebuka dengan sendirinya page about “Menjemput Jodoh”. Kemudian saya membacanya.  Sepertinya alam bawah sadar saya tengah berbicara kepada semesta kali ya.. Sampai-sampai dengan otomatisnya insting saya diperjodohkan hari itu dengan buku Bang Rifa’i.

Cover Book-nya The Perfect Muslimah. (Buku yang bikin saya, makin mantep buat nikah muda !)
                                        
Dan SURPRISE ! Berasa tanya saya selama ini terjawab sudah. Sebenarnya sudah terjawab, cuman rasa-rasanya semakin kuat dan menguat. Finally, ketemu jawabannya juga ! *ciye petanyaannya ketemu jawaban. Kapan aku ketemu kamu ? XD*

Di dalam bukunya, Bang Rifa’i menceritakan tentang sebuah kisah seorang teman Abu Syuqqah dari Al Jazair, ketika Ia berkunjung ke Mauritania, ada seorang perempuan yang datang kepadanya menawarkan diri untuk menikah dengannya. Seketika seorang lelaki itu merasa terkejut dan heran dengan apa yang disampaikan oleh perempuan tersebut.  
“Bagaimana bisa seorang perempuan menawarkan diri kepada seorang lelaki?” -Pikir lelaki tersebut.
Melihat ekspresi lelaki itu, perempuan ini paham dengan apa yang dipikiran seorang lelaki tersebut. Kemudian perempuan itu bertanya :
Apakah saya mengajak Anda untuk berbuat yang haram? Saya hanya mengajak Anda untuk menikah dengan sunah Allah dan RasulNya”
Kalau saya jadi lelaki itu, rasanya ngejleb banget lah ya.. Dan benar, lelaki tersebut speechless dan tanpa berpikir panjang berangkatlah mereka ke qadhi (pengadilan) untuk segera berakad nikah.

Wow, ya sekeren, sesederhana, dan se-elegant itulah cara perempuan tersebut mematahkan kebenaran publik yang sudah mengakar dengan pertanyaan yang super menampar dan berkualitasnya. Tentang betapa dipandang sebelah matanya bila seorang perempuan yang menyatakan niat dan maksudnya terlebih dahulu kepada seorang lelaki. Wajar saja, bila seorang lelaki tersebut langsung mengajaknya ke qadhi. Mana mungkin seorang lelaki membiarkan dan menyia-nyiakan begitu saja seorang perempuan semacam dia ? Yang jelas, dari sepenggal kisahnya ini saja, saya sudah yakin bahwa seorang perempuan tersebut pasti bukan seorang perempuan yang biasa-biasa aja. She an amazing woman. trust me !

Kalau juga kita membaca sirah Nabawi, bukankah pernikahan Khadijah dengan Rasulullah itu berawal dari inisiatif Khadijah ? Yang meminta tolong kepada sahabatnya untuk mengutarakan niatnya kepada Paman Nabi untuk menikah dengan Nabi ? Kemudian Nabipun menyetujui dan bersama dengan Paman Nabi berkunjung kerumah Khadijah untuk melamar Khadijah .

Dilain sisi, kita juga sudah tau bahwa Khadijah adalah salah satu dari empat perempuan yang dimuliakan oleh Allah disurga. Jadi, sebenarnya agamapun tidak melarang kita para kaum hawa –perempuan untuk menyampaikan dan mengutarakan maksud kita dalam soal menjemput jodoh. Asalkan, tetap berada pada the right track yang sudah Allah tentukan.

Now what ?
Masih minder dan rela begitu saja sebagai seorang muslimah modern keberaniannya kalah telak dengan muslimah di masa lampau ?
Haha.. Don’t worry guys, sudah jangan lagi khawatir dengan anggapan public soal yang demikian. Selagi niat kita baik dan Allah ridho atasnya, masih butuh alasan apalagi for go away dan mengungkapkan perasaan kita kepada kaum adam –kalau memang sudah siap dan menemukan yang tertepat?

Sebagai seorang muslimah yang keren, sudah enggak lagi cukup cuman disibukkan memantaskan dan mengkualitas diri menjadi muslimah yang kaffah dan berintegritas, yang cuman bisa sekedar menanti dengan segala perasaan gundah gelisah menunggu sesuatu hal yang enggak pasti. Ketika kalian sudah terpaut dan yakin pada lelaki yang memang baik secara religius, intelektual dan financialnya *lelaki yg merasa mempunyai ketiga hal ini, segera hubungi bapak saya. :D* dan sudah dapat istikharahnya, segera saja sampaikan niat baik kita.  

Lagian, yang namanya niat itu akan berbicara dengan sendirinya kepada semesta. Maksudnya bakal kelihatan banget mana yang niatnya baik dan mana yang niatnya kurang baik. Sama halnya dengan kita, bakal kelihatan dan jelas mana seorang muslimah berkualitas yang memang punya niatan tulus untuk mengungkapkan maksudnya lillahita’ala dan seorang perempuan yang memang pantas dianggap sebagai seorang perempuan yang tak berharga diri oleh semesta.  

Dan seorang perempuan yang berani mengungkapkan perasaan dan niatannya, pastilah perempuan endemic yang super keren dan super powernya. Enggak sekedar ilmu agama dan pengetahuannya yang ciamik dan otaknya yang cerdas, pasti juga dia adalah seorang perempuan pemberani dan bermental baja yang bakal siap mendampingi seorang suaminya dalam keadaan apapun. Kalau sudah demikian, apalagi yang dubutuhkan ? Dijamin para lelaki bakal nyesel kalau sampai menolak para perempuan macam demikian dengan alasan yang enggak gentleman.

Well, sebagai penutup ada quote dan pesan keren dari Bang Rifa’i Rif’an yang wajib dibaca dan didengar ole para muslimah berkualitas, nih :
Saudariku, kalian dicipta bukan hanya untuk menanti dipilih oleh para lelaki. Kalian juga berhak memilih. Terkadang ada lelaki saleh yang tak agresif menjemput wanita salehah. Kadang ada beberapa lelaki yang baru tertarik ketika Ia mengetahui ada seorang wanita yang mengharapkannya jadi kekasih halalnya. Apakah kalian tak menyayangkan kesempatan itu ? Jika kalian sudah siap menikah dan ada lelaki yang kalian yakini bisa membimbing, memimpin, menjadi imam yag baik bagimu, sampaikan niatmu untuk menikahinya. Karena barangkali lelaki saleh itu sedang menunggumu. Barangkali lelaki saleh itu masih bimbang menyampaikan padamu, takut kau akan menolaknya.”

Specially for every man who read this post, must you know that :

“Seberani dan sekeren apapun seorang perempuan. Tetap saja perempuan akan jauh lebih berbahagia bila DIJEMPUT dan DITEMUKAN oleh seorang lelaki yang pemberani, bijaksana dan bertanggung jawab.” -Putri Intifada

Perempuan Menjemput Jodoh. Why Not ?

Tuesday, December 16, 2014

Sumber: https://apocalypticwonder.wordpress.com/
Kapan, dimana dan siapa? Adalah pertanyaan yang selalui membayang jika pikiran sudah terlena dengan sebuah masa depan. Mengimajinasikan pikiran tentang sebuah masa depan adalah hal yang bagi saya mengaduk perasaan dengan sendirinya. Rasa khawatir, takut, senang, bahagia, cemas serasa berhilir mudik bergantian mengarungi lautan rasa. Tak jarang saat malam yang menjemput bersama tebaran bintang dan selimut dingin , perlahan saya mulai membuka pikiran, membuka setumpuk kertas yang ya, saat ini hanya menjadi sampah yang memenuhi loker saya. Ya, sampah yang akan selalu saya jaga, sampai ? Entah sampai kapan. Bahkan saya berharap ketika kaki tak lagi berpijak di bumi Tuhan sekalipun, saya ingin ada yang rela hati untuk sekedar menjaganya layaknya saya.

Kertas Jembatan Masa Saya

Monday, December 1, 2014

Menjadi percaya benar dengan hukum "The Power of Kepepet"nya Om Jaya Setiabudi. Ya, adakalanya keterpaksaanlah yang menstimulus otak kita untuk bekerja semaksimal mungkin, yang pada endingnya hanya mampu bertengger dan melihat hasilnya menjadi tak percaya, bahwa ada kemampuan diluar batas yang kita tahu.

Selembar tulisan sebagai pahatan perenungan malam saya, setelah mendapat kabar bahwa "esoknya" adalah pengumpulan terakhir persyaratan untuk menjadi salah satu peserta YLC (Youth Leadership Camp) BEM UMM 2014, yang alhamdulillah saya berkesmpatan menjadi bagian darinya. 

 Staff Muda dan Staff Ahli BEM UMM 2014

Jangan mau sekedar mencapai IMPIAN !

Wednesday, November 26, 2014


Sumber: http://lifewords.org/
Hari ini rupanya saya dibuat lupa benar oleh hadirnya hujan. Hujan yang selama ini menjadi pemandangan yang saya nanti selama semusim. Hujan yang selalu saya anggap sebagai si pembawa kebahagiaan dari Allah. Hujan yang saya siasiakan kehadirannya hari ini karena terlalu asyik mendengar ceritanya, daripada mendengar gemercik hujan.


Skenario pada awalnya sih sebenernya hari ini -first meeting Kementrian Pemberdayaan Perempuan BEM adalah membahas tentang planning event bulan depan kami mengenai Mother’s Day. Tapi diluar rencana, justru ada ilmu yang jauh lebih penting, lebih gila, lebih luar biasa yang saya dapat hari ini.

MABA, yuk NIKAH MUDA !

Friday, November 21, 2014


"Jatuh cinta, berjuta rasanya" Begitulah kata Eyang Titiek Puspa

Yaha, benarkah demikian ? Aku yakin diotak kalian sekarang pasti lagi melayang-layang muncul makhluk yang membuat kalian merasa demikian. Yang senyum tadanya bener. *yang nulis jadi pengen ikutan senyum, nih -ups* 

Sebuah Hipotesa tentang saudara si Pangeran Surga


" Maha Baik Allah, atas setiap harta berharga yang selalu dicurahkan tiada hentinya menyertai setiap cerita, yakni berupa makna "

Kursi Malaikat (mungkin)

Friday, September 5, 2014


Perbedaan ada untuk kita belajar dan saling mendengar satu sama lain.  
Hanya perbedaan yang mengajarkan manusia untuk menahan ego. 
Hanya perbedaan membuat manusia mengenal toleransi. 
Hanya perbedaan yang membuat manusia belajar meredam emosi.

Sebuah Perbedaan

Saturday, August 23, 2014

"Tidak semua tanya akan berakhir pada jawaban
Tidak semua perjalanan berlabuh pada tujuan
Seperti halnya tidak semua aliran air bermuara pada samudranya
Begitupun dengan harapan
Tidak semua impian akan berujung pada pencapaian dan kenyataan."


Hanya Masih DisimpanNya, saja

Friday, August 22, 2014

Jangan kerjain bareng temen, 
Jangan pakek metode hompimpa,  
Jangan buka google,
Jangan buka buku,
Jangan buka referensi apapun ketika 50 menit kamu mengerjakan.  

#5 Trik Evaluasi ?

Bicara tentang tekhnologi memang tak akan pernah ada habisnya. Induk dari efisiensi dan efektifitas terus dicari dan digali demi kenyamanan masyarakat. Bahkan, sepertinya  masyarakat sekarang tak bisa lepas dari belit tekhnologi. Begitupun dengan perbankan.

#4 Digital Lounge untuk Perbankan

Thursday, August 21, 2014

Manajemen !
Hey, kuliah di jurusan manajemen orientasi enggak cuman bakal jadi manager, loh. Lebih dari itu manajemen sekarang prospek ke depan bakal dicetak jadi entrepreneur. Sekali lagi ENTREPRENEUR ! Ya, kalian  enggak salah baca. Yang masuk jurusan ini sudah seharusya untuk jadi Pengusaha. Yang enggak minat dan enggak bermental pengusaha, saran saya jangan teruskan membaca postingan ini. Apalagi anda memasuki ranah Management. Jangaaan !
 

#3 Fakultasnya ENTREPRENEUR

Kali ini aku akan sedikit bercerita tentang Muhammadiyah Malang University. Tempat yang Allah pilihkan untuk aku berpijak di tahun ini.

Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu universitas swasta yang didirikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah pada tahun 1964. Selama 50 tahun mencetak generasi bangsa dan islami progress yang dicapai UMM memenag cukup signifikan.  Terbukti pada tahun 2013 kemarin, UMM sudah terakreditasi dengan predikat A.

#2 Muhammadiyah Malang University

Menyukai dua hal disini, dingin dan suasananya. Mungkin benar tanah lahir adalah the best ever tempat untuk menetap. Dinginnya juga suasana alamnya yang membuat saya sering tak tenang selama 3 tahun merantau di Malang sebagai pelajar disalah satu madrasah di kota ini untuk meninggalkan daerah dimana saya melihat dunia untuk pertama kalinya.

#1 Tahu Kuning Kediri

Wednesday, August 20, 2014

|Yang aku tahu kamu itu orang yang paling semangat untuk bermimpi|
                Tau enggak semangat itu kayak apa? Semangat itu adalah energi hidup yang dahsyat untuk seseorang meraih segala target, mimpi dan harapan. Tanpa energi alami yang luar biasa dahsyat itu, mungkin kehidupan itu tak pernah ada artinya. Semangat itu juga bisa jadi cerminan kehidupan kita. Semangat yang hidup, berarti ya hidupnya semakin hidup. Mereka yang hidup itu pasti mereka yang punya target, mimpi dan harapan. Lain halnya dengan mereka yang semangat hidupnya mati. Ya, jadi mati juga hidupnya. Enggak ada bedanya dengan kehidupan hewan. Yang hanya mampu diam, mengikuti alur hidupnya Allah.

Energi DahsyatNya Allah

Monday, July 7, 2014

Ini memang menjadi sebuah dilema bagi saya. Dilema yang tak kalah akutnya dengan menentukan universitas. Lagi-lagi karena ini soal masa depan. Masa depan yang memang tak mengenal kata kepastian.
Selain itu, moment ini memang adalah moment untuk pertama kalinya saya diberi kesempatan untuk ambil andil dalam menentukan masa depan negara saya. Untuk pertama kalinya saya diberikan kesempatan untuk menyuarakan gagasan dan ide saya. Untuk pertama kalinya keputusan saya didengarkan dianggap dan diperhitungkan oleh Indonesia. Saat pertama kalinya saya benarbenar mengimplementasikan ilmu Pendidikan Kewarganegaraan yang selama 12 tahun saya pelajari. Dan saat pertama kalinya suara saya berbeda dengan suara orang-orang disekitar saya.

Pilihan Pertama Saya

Monday, January 13, 2014

Cara Allah mendekatkan diri kita denganNya itu lewat banyak cara. Mulai lewat musibah, keterpurukan, kesedihan, kebahagiaan, rasa syukur, pengalaman orang lain, rasa iba, dan sebagainya.. Karena itu, apapun yang terjadi dalam kehidupan kita sungguh semua mesti disyukuri. Jangan mudah mengeluh, apalagi mencerca, dan menyalahkan Tuhan.
Allah itu sungguh Maha Sempurna, Maha Baik. Enggak mungkin Allah itu

JalanNya Allah